Kamis, 23 Juni 2011

Metanoia Kunci Tranformasi



Alam pikiran adalah "realita" yang tidak kelihatan dalam kehidupan ini, apabila diyakini akan menjadi kekuatan yang "menciptakan" realita baik positif maupun negatif, sebab segala sesuatu yang kelihatan berasal dari yang tidak kelihatan. (Joshua Guana Tandjung)




Alam Pikir - Dimensi yang membentuk Realita


mataAda banyak kehidupan, namun mereka tidaklah sama satu dengan lainnya. Setiap kehidupan memiliki keunikan masing-masing. Kehidupan binatang yang satu berbeda dengan binatang yang lain. Burung terbang di udara sementara itu ikan berenang di air.
Demikian kehidupan manusia, sekalipun sama-sama manusia, namun mereka berbeda, sebagian orang hidup berdasarkan realita semata, sementara yang lain hidup dengan sebuah keyakinan. Mereka yang hidup dengan sebuah keyakinan atau iman akan hidup tidak sekedar apa yang dilihat mata, melainkan mampu melihat apa yang tidak kelihatan namun dijanjikan TUHAN.


sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat
(2 Korintus 5:7)
Sementara orang tidak beriman akan hidup hanya berdasarkan realita semata, mereka hidup dalam prinsip outside – in, dari luar ke dalam. Alam pikirannya dipengaruhi oleh realita. Sedangkan mereka yang hidup oleh iman, mereka hidup dengan prinsip inside – out, dari dalam keluar.
Mereka adalah orang-orang yang digerakkan oleh prinsip-prinsip kebenaran yang memampukan mereka menyikapi realita dengan benar, bahkan dengan kuasa Kerajaan Sorga mengubahnya.



Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
(Mazmur 84:6-7)

Mereka bagaikan pohon yang akarnya menemukan sumber air sehingga hidupnya tidak tergantung pada cuaca di sekitarnya melainkan dari sumber air yang diserap oleh akarnya.


Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
(Yeremia 17:8)
Namun menjadi Manusia rohani – Spiritual being bukanlah hanya diukur dari memiliki karunia-karunia rohani, melainkan mengalami pembaharuan roh pikirannya dari pola pikir yang fana menjadi pola pikir spiritual.


Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
(Roma 8:5-8)


Dalam terjemahan New King James version, dipakai kata set their mind atau mengarahkan pikiran mereka, itulah cara pandang atau yang kita kenal dengan mindset. Artinya mereka yang hidup menurut dalam dimensi Roh akan memiliki spiritual mindset, demikian sebaliknya mereka yang hidup menurut daging akan hidup dalam fleshly mindset.


Sebagaimana kita pahami, pada hekaketnya manusia bukanlah makhluk fana melainkan makhluk roh – Spiritual being. Dosalah yang membuat mereka menjadi makhluk fana. Melalui perjanjian-Nya, mereka diubahkan kembali menjadi makhluk rohani – Spiritual being.


Sebuah transformasi diri senantiasa melibatkan transformasi pola pikir (mindset) atau alam pikir, sebab semua perilaku seseorang ditentukan oleh alam pikirnya. Pertobatan yang sejati tidak berhenti pada sebuah perubahan hati semata. Pertobatan yang sejati akan diikuti dengan perubahan pola pikir atau mindset.


Raja Salomo menemukan sebuah rahasia transformasi diri manusia akan menjadi seperti yang ada dalam alam pikirny.


Sebab seperti orang yang membuat perhitungan (berpikir) dalam dirinya sendiri demikianlah ia – For as he think in his heart, so is he
(Amsal 23:7a)

Yang dimaksudkan pikiran, bukanlah sekadar logika semata, melainkan sebuah alam atau dimensi yang lahir dari informasi yang diyakini. Ketika saya mengamati dan merenungkan kehidupan ini, saya melihat banyak kehidupan yang memiliki potensi yang besar namun mandul, karena mereka hidup dalam pikiran atau paradigma yang salah. Mereka bagaikan hidup dalam kotak yang kecil yang membatasi mereka, akibatnya mereka gagal mencapai apa yang seharusnya telah disediakan melalui janji-Nya, karena mereka dibelenggu oleh alam pikir mereka sendiri yang salah.


Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi , jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu mengembangkan pikiran kita
"Wyne Dier – Pengarang ”Everyday Wisdom for success

Metanoia Kunci Perubahan


Sebuah kehidupan yang baru akan bekerja melalui pembersihan hati dan pembaharuan pikiran. Keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Itulah Metanoia!


We do the thing right by purifying our heart, but we do the right things by renewing our mind

Dalam salah satu pesannya, Rasul Paulus menyingkapkan rahasia transformasi diri dengan mengalami pembaharuan pikiran. Be transformed by renewing of your mind atau metamorfosa melalui metanoia! Transformasi melalui pembaharuan pikiran! Itulah sebabnya, saya menyimpulkan:
Kita ditahirkan ketika hati kita dibersihkan, namun kita diubahkan (metamorfosa) ketika roh pikiran kita diperbaharui (metanoia).

Metanoia, dalam bahasa Inggris seringkali diterjemahkan Repentance atau Pertobatan, namun sebenarnya belum ada kata yang tepat untuk menerjemahkannya. Metanoia dalam bahasa Yunani berarti perubahan pola pikiran atau pikiran yang diperbaharui. Metanoia adalah sebuah transformasi yang radikal dari seluruh proses mental seseorang yang menghasilkan mindset yang baru tentang siapakah dirinya dan cara melihat kehidupan itu sendiri. Bagaimana ia melihat dirinya dan bagaimana ia menemukan dirinya dan sebuah konsep atau cara pandang kepada dan tentang kehidupan. Sebuah cara pandang baru yang mengubahkan cara seseorang melihat kehidupan ini.
Metanoia secara hurufiah artinya "melampaui pikiran". Sebuah kekuatan pembaharuan pola pikir yang membawa perubahan total dalam perspektif kehidupan, perubahan dalam tujuan hidup dan perubahan dalam kehidupan itu sendiri. Melalui metanoia, kebenaran-Nya mendapatkan tempat dalam pikiran maupun rohnya.
Melalui Metanoia, maka seseorang menyediakan sebuah ”kotak yang baru” dalam alam pikiran yang menjadi "wadah" kasih karunia-Nya dialirkan dalam kehidupannya.

Apa yang kita lihat ?


Dalam firman-Nya kata dibutakan, bukan dimaksudkan untuk mata jasmani, melainkan pikiran yang tidak mampu melihat kebenaran. Rasul Paulus dalam suratnya berbicara tentang orang-orang yang tidak dapat melihat cahaya kemuliaan Injil, karena pikirannya dibutakan.


Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.(2 Korintus 4:4)

Demikian halnya yang dimaksudkan dengan kata melihat , bukanlah melihat dengan mata jasmani, melainkan dalam roh pikiran kita. Sebab pikiran bukanlah sekadar sebuah logika, melainkan sebuah penglihatan atau cara melihat. Yang menentukan sikap dan tindakan serta perilaku bukan apa yang kita lihat dengan mata jasmani melainkan apa yang kita lihat dalam alam pikiran kita atau mata rohani. Not what are you looking but what are you seeing, itulah yang kita kenal sebagai worldview.


Cara kita melihat akan kehidupan ini akan membawa kita bereaksi dan memberikan respon sesuai dengan apa yang kita lihat atau paradigma kita. Dalam kehidupan ini, ternyata bukan realita yang menentukan, melainkan bagaimana cara kita melihat realita atau fakta tersebut. Kita melihat sebuah ”peta” atau ”GPS” bukan “wilayah” atau realita itu sendiri secara langsung. Disadari atau tidak, ternyata kita melihat realita dibatasi dan diarahkan oleh paradigma yang kita miliki. Selanjutnya kita bereaksi, meresponi bahkan menjadi seperti yang kita lihat dalam pikiran kita (seeing) bahkan kita akan menjadi seperti yang kita ”lihat” (seeing).


Itulah sebabnya kita perlu membesarkan kotak pikiran atau paradigma kita bahkan keluar dari kotak yang lama, masuk kepada kotak yang baru - cara berpikir Kerajaan Sorga!


Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghemat nya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
(Yesaya 54:2)
Bersambung.....
Salam Kehidupan...Wink
sumber: http://www.suarakehidupan.org/index.php?option=com_content&view=article&id=109%3Ametanoia-kunci-tranformasi&catid=24%3Aartikel-suara-kehidupan&Itemid=17&lang=en

0 comments:

Posting Komentar

Your Comment is So Valuable for Me
Komentar anda begitu berharga bagi saya ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Plipeo